Beranda/Artikel/Apakah GIIAS Benar-Benar Pindah ke NICE?
Otomotif

Apakah GIIAS Benar-Benar Pindah ke NICE?

Gaikindo buka suara terkait isu perpindahan GIIAS dari ICE BSD ke NICE PIK 2. Kajian mendalam masih berlangsung, mempertimbangkan kapasitas, akses, dan dampak bagi industri. Keputusan final diharapkan pada kuartal III 2026 dengan opsi ekspansi hybrid menjadi skenario yang paling realistis.

Rizki Pratama
Rizki Pratama
9 Agustus 2026 · 3 min read
0 pembaca
Apakah GIIAS Benar-Benar Pindah ke NICE?

Isu GIIAS Pindah dari ICE ke NICE: Ini Kata Gaikindo

Pergelaran otomotif tahunan, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), kembali menjadi sorotan. Isu perpindahan lokasi dari Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2 ramai diperbincangkan. Gaikindo sebagai penyelenggara buka suara terkait wacana ini. Mereka menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final, namun potensi relokasi menjadi agenda strategis mengingat dinamika industri dan kapasitas venue yang mulai terbatas.

Kapasitas ICE BSD Mulai Terbatas

ICE BSD telah menjadi rumah GIIAS sejak 2015. Namun, pertumbuhan eksponensial jumlah peserta dan luasan area pameran menjadi tantangan. Pada GIIAS 2025, total luas area pameran mencapai 120.000 meter persegi. Angka ini mendekati batas maksimal venue. Lonjakan merek baru, terutama dari segmen kendaraan listrik (EV) dan merek asal Tiongkok, menambah volume kebutuhan ruang. Geely, BYD, Wuling, dan Chery membutuhkan paviliun besar. Kapasitas terbatas → antrean panjang untuk slot peserta. Keterbatasan lahan parkir dan akses lalu lintas menuju BSD juga menjadi keluhan pengunjung.

NICE PIK 2: Solusi Megah atau Tantangan Baru?

NICE di Pantai Indah Kapuk 2 menawarkan kapasitas jauh lebih besar. Luas lahan mencapai 500 hektar. Desain modular dan fasilitas modern diklaim mampu menampung 1,5 juta pengunjung per tahun. Gaikindo melihat potensi ini sebagai opsi untuk ekspansi GIIAS. Kelebihan NICE: area pameran luas, parkir terintegrasi, dan akses langsung dari jalan tol penghubung. Namun, kendala utama adalah aksesibilitas. Jarak NICE dari pusat kota (Jakarta) lebih jauh dibanding ICE. Infrastruktur pendukung seperti transportasi publik belum optimal. Gaikindo menekankan bahwa perpindahan bukan sekadar ganti gedung, melainkan ekosistem baru. Lokasi strategis → daya tarik peserta berimbas pada cost logistik. NICE menawarkan ruang, ICE menawarkan kenyamanan akses.

Resmi Gaikindo: Kajian Mendalam, Belum Final

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menyatakan bahwa isu perpindahan muncul dari evaluasi internal pascapenyelenggaraan. "Kami terus mengkaji dua venue. GIIAS harus memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung dan peserta. NICE adalah opsi kuat, tetapi keputusan final menunggu studi kelayakan," ujarnya. Gaikindo membentuk tim ad hoc untuk membandingkan variabel utama: kapasitas ruang pamer, biaya sewa, ketersediaan akomodasi, serta simulasi kepadatan lalu lintas. Hasil kajian akan diserahkan kepada Dewan Pengurus Gaikindo pada kuartal III 2026.

Dampak bagi Peserta dan Pengunjung

Para Agen Pemegang Merek (APM) memberikan tanggapan beragam. Merek EV Tiongkok mendukung NICE karena butuh area untuk test drive dan demonstrasi teknologi. Sebaliknya, APM dengan basis pasar premium lebih memilih ICE karena kedekatan dengan kawasan bisnis BSD. Sektor pengunjung: perpindahan berpotensi menurunkan jumlah pengunjung kasual di awal. Survei Gaikindo menunjukkan 40% responden menyatakan keberatan karena akses jauh. Insentif seperti shuttle bus gratis dan tarif tol diskon menjadi opsi mitigasi.

Strategi Jangka Panjang Gaikindo

Gaikindo menegaskan bahwa keputusan bukan sekadar ruang. Mereka mempertimbangkan branding GIIAS sebagai pameran kelas ASEAN. NICE dengan kapasitas internasional meningkatkan peluang GIIAS menarik peserta dari luar negeri. Namun, ICE yang sudah teruji stabilitasnya menawarkan prediktabilitas operasional. Gaikindo mengindikasikan skema hybrid: GIIAS utama di NICE, sedangkan ICE digunakan untuk acara pendukung atau pameran niche. Opsi ini memungkinkan ekspansi tanpa mengorbankan loyalitas pengunjung.

Catatan Akhir

Isu perpindahan GIIAS ke NICE masih hangat. Gaikindo berkomitmen mengambil keputusan berbasis data, bukan spekulasi. Faktor kesuksesan operasional dan kepuasan stakeholder menjadi prioritas. Perubahan venue bukan sekadar lokasi, melainkan transformasi layanan. Pasca pandemi, pola pengunjung bergeser: mereka menginginkan pengalaman imersif, bukan sekadar melihat mobil. Gaikindo memastikan baik ICE maupun NICE yang terpilih, GIIAS 2026 akan tetap menjadi panggung inovasi dan gaya hidup otomotif Indonesia.

Sumber: Kompas.comIsu GIIAS Pindah dari ICE ke NICE, Ini Kata Gaikindo. Artikel ini diolah ulang untuk keperluan edukasi/informasi; fakta inti wajib diverifikasi ke sumber asli.

#pameran mobil#gaikindo#giias 2025#ice bsd#nice pik 2#perpindahan lokasi#otomotif indonesia
Suka artikelnya?
Rizki Pratama
Tentang penulis
Rizki Pratama

Perencana Keuangan dengan 8 tahun pengalaman di pasar modal Indonesia. Fokus membantu pemula memahami reksa dana, saham IDX, dan obligasi ritel. Pendiri komunitas @FinansialPintarID.

Semua artikel dari Rizki Pratama

Bacaan terkait

Jelajahi semua

Artikel Terkait